Minggu, 05 September 2010

Lambang Negara Indonesia dan Produk Giorgio Armani

Baru-baru ini, kembali bangsa kita di heboh kan dengan
polemik identitas baru. sebuah Brand Internasional
'memakai' gambar yang dianggap sama dengan Lambang
Negara Indonesia, Yaitu Garuda Pancasila.
Banyak Orang yang kemudian merasa 'Tersinggung'
karena Lambang Negara kita di 'pakai' tanpa meminta
izin dulu. setelah nonton beberapa hari tayangan
berita tentang Hal itu, dan sempat beberapa kali
kaos yang bergambar garudah itu di kasih lihat, dan
reaksi orang - orang yang di wawancara. timbul
pertanyaan-pertanyaan dan kesimpulan di diri saya sendiri.



  
Pertanyaan 1 ; "Benarkah mereka memang memakai
simbol Garudah Pancasila sebagai salah satu ilustrasi
produk mereka?"

Pertanyaan 2 : " Kalau memang Benar mereka memakainya,

apakah mereka memang belum meminta?"

Kesimpulan saya : Pertanyaan pertama belom terbukti bahwa

brand ini memakai simbol negara kita, dan kalau memang
memakai, bisa saja kan, mereka sudah meminta izin
kepada pemerintah (entah departemen apa ) untuk
memakainya. dan hal ini pemerintah tidak perlu mengumumkan :
"G.A. telah meminta ijin untuk memakai simbol Garuda
untuk dipakai di produk baru mereka dengan beberapa
catatan dan persyaratan" kepada Rakyat Indonesia.

Pertanyaan 3 : "Kenapa Kita tersinggung akan Hal ini ?"


Kesimpulan saya :

Beberapa orang merasa G.A memakai simbol tanpa Ijin.
mungkin urusan nya dengan UU Hak Intelektual. Bila benar
berhubungan dengan UU ini, coba kita berkaca sebentar
mengenai Hal ini? Berapa banyak dari kita yang masih
membeli CD Audio atau Film-Film Asli karena memperhatikan
tentang Hak Intelektual sang Pembuat? Banyak sekali dari
kita (termasuk saya sendiri) yang membeli film2 bajakan,
download Mp3 dari Internet, Membeli Busana produk ASPAL
karena memikirkan Harga nya yang murah, Peduli setan dengan
Hak Intelektual..kita bisa mendapatkan toko2, kios2 untuk
barang2 bajakan seperti itu, dimana saja. Apakah kita
tidak membuat sakit Hati mereka yang sudah mahal-mahal
membuat, memikirkan produk-produk tersebut untuk mencari
keuntungan? Saya melihatnya, kita juga berbuat yang sama
hampir setiap minggu mungkin.

Memang orang - orang 'barat' selalu merasa diri mereka lebih

'Beradab'dari kita orang - orang timur,mereka hidup dalam hukum
yang benar. Tapi, sering kali, mereka melakukan hal - hal,
yang lebih parah dari yang kita bisa bayangkan. cuma mereka
lebih jago untuk ngeles aja untuk menutup - nutupi nya.

Dari semua ini, yang saya rasakan adalah, untuk apa kita

merasa tersinggung untuk urusan ini? dengan adanya ribut-ribut ini,
bisa di bayangkan ga, bagaimana laku nya itu produk? malah
kita membantu si G.A untuk memasarkannya. Apapun yang menjadi
Heboh, pasti akan laku di pasaran, sudah banyak contohnya lah,
salah satunya adalah buku "Gurita Cikeas". karena di ribut-ributin,
hasilnya adalah makin banyak orang yang penasaran untuk baca.

Kita harusnya merasa bangga, Orang - orang beradab itu sampai

harus 'Mencuri/memakai' lambang negara kita untuk ide mereka.
artinya simbol itu cukup mendapat perhatian orang.

2 Pertanyaan terakhir untuk Orang-orang yang merasa 'Gerah' dengan dipakainya

simbol itu adalah ;
" sebelum adanya isu ini, kapan kah anda memperhatikan dan Menghormati
Lambang garuda Indonesia itu? "
"Kapan Anda terakhir mengingat Lambang Negara kita adalah Garuda Indonesia?"

Coba di pikirin deh...Jangan karena tiba-tiba di pakai/ di klaim orang lain

baru kita seperti kebakaran jenggot. padahal sebelumnya. udah sampai karatan
dan berdebu pun, kita tidak pernah tengok - tengok dan menyadari betapa
berharganya 'sesuatu' yang kita abaikan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar